Pentingnya Bedak Ban Dalam

Ini salah satu ritual kuno yang sudah ditinggalkan oleh bengkel umum, mungkin dipikirnya merepotkan. Saya sadari saat memasang kabel pada terminal stop kontak untuk PC, bagian kabel dalam ada seperti bubuk putih. Setelah ditelusuri itu adalah talcum. Fungsinya saat produksi proses cor, kulit kabel luar dan dalam tidak merekat menyatu. Lalu dipikir benar juga kenapa tidak diterapkan di ban dalam? talc juga saya temukan saat membeli sparepart motor yang berbahan karet agar tidak cepat getas.


Setelah diketahui melumuri ban dalam dengan bubuk talc sebelum dipasang itu sudah lama dipraktekan  pada sepeda MTB, motor trail, bahkan mobil. Ternyata itu penting! Fungsinya menghambat panas ke ban dalam. Saat motor berjalan ban panas, karet yang panas membuat pori-pori melebar, melunak, lengket. Jika ban luar dan dalam bergesekan berulang kali bisa membuat luka tipis yang kemudian menjadi bocor halus. Meski tak terasa dan tak terlihat tapi benar-benar bergesekan saat akselerasi, walau hanya satu milimeter.


Bubuk talc ini bisa ditemukan di toko bangunan atau kimia, bisa digunakan untuk bahan campuran . Beli yang 100% tanpa campuran, hati-hati karena ada yang campuran asbes, BAHAYA! 1kg itu sudah banyak tidak perlu beli satu karung, karena bobotnya lebih ringan dari tepung terigu. Kalau beli talc untuk kulit gatal atau bayi justru bukan talc tapi terbuat dari tepung maizena (jagung).

Penggunaan bubuk talc telah saya buktikan membuat ban lebih awet dari pada tidak digunakannya sama sekali. Sudah hampir setahun tidak pernah terjadi kebocoran, meski menerjang jalan Jawa Tengah yang terkenal dengan sewu gajlukan, dan trabasan di jalan kampung yang amburadul. Bahkan menggunakan merk ban dalam yang tidak jelas. Sedangkan tanpa itu baru 3 bulan bocor halus, hadeh...

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama