Motor fairing, berkecepatan tinggi, nikung miring sampai dengkul nempel aspal, apa lagi kalau bukan MotoGP. Banyak orang yang terinspirasi dari situ dengan mengendarai motor sport fairing, dan membayangkan diri seorang valentino rossi, atau marc marquez. Namun kenyataannya adalah tangan kesemutan, leher pegel, pinggang linu, kaki nyeri. Kemudian mencoba bagaimana caranya agar mirip para pembalap tapi rasanya seperti naik motor matic, dan lahirlah motor ini.
| Honda CBR150R |
| posisi rider yang salah |
Sedangkan motor "sport" ada caranya sendiri, dan itu membutuhkan core strength, kekuatan perut, punggung bawah, panggul, dan diafragma. Sehingga orang yang jarang "olahraga" akan mengeluhkan sakit tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini.
Semua terpusat pada core strength, paha dan perut mengapit tangki menahan badan agar badan menyatu dengan motor. Sehingga membuat kaki, tangan, punggu, leher tidak tegang, karena tidak mendapatkan beban.
Fungsinya mereka untuk bermanuver.
| manuver: knee down (kiri), dan netral (kanan) |
Masalah kedua yang sering dikeluhkan adalah posisi duduk nunduk. Sebenarnya itu salah, melainkan dada maju ke depan sehingga tulang punggung lurus (gambar kiri). Kalau menunduk membuat tulang punggung menekuk dan itu yang membuat punggung, pinggang, dan leher sakit (gambar kanan).
Kekonyolan berikutnya adalah dengan suka rela membeli part memodifikasi. Melakukan segala caranya agar posisi berkendara seperti motor matic. Ada yang meninggikan stang, ganti link shock belakang agar lebih tegak, pijakan kaki agar tidak pegal, dan masih banyak lagi. Semua itu tidak perlu kalau seandainya mau belajar berkendara.

Posting Komentar