Produk Aftermarket Sering Bermasalah

Serupa tapi tak sama, itulah definisi produk aftermarket tiruan. Masalah utama produk tiruan adalah kepresisian dan kekuatan. Banyak orang merasa tertipu karena hanya melihat dari bentuknya yang sama persis, tapi setelah dipasang barulah tahu produk tersebut bermasalah!

Contoh kali ini adalah handlekopling dari merk KNZ untuk KLX 150, jelas serupa tapi tidak presisi. Niat hati ingin memperbaiki dengan biaya minim malah nombok, wkwkwk. Perhatikan lubang baut, yang original sudah aus,sedangkan yang KNZ lubangnya malah kebesaran, jadi ya sama-sama oblak

Kejadian lagi pada jet karbu Satria FU. Karbu yang dipakai sama dengan motor matic suzuki, tapi ya spek jet berbeda. Tapi produk CRUN isinya punya matic, artinya untuk satria FU jet-nya kebesaran, akhirnya bensin boros satu liter besin habis untuk 13km. 


Ada lagi dari pulsar, beli rantai camshaft ukuran 94L katanya bagus, tapi tidak ada merk. Dengan ukuran rantai yang sama harusnya bisa dipasang. Tapi setelah diperhatikan jarak antar mata rantai lebih pendek sehingga tidak bisa masuk ke gear camshaft. 

Masih pada pulsar sprocket set merk Riko, sesuai spek rantai dan spek, tapi setelah dipasang rantai jadi kendor kencang. Setelah diteliti bagian sprocket belakang tidak presisi pada lubang baut, itu membuat putaran sproket tidak melingkar sempurna, tapi jadi oval.

Begitulah produk aftermarket, tapi tidak semua, ada yang memang serius mengungguli produk pabrikan original, atau beli produk merk dari pabrikan original itu lebih baik.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama