Cara paling mudah untuk mendapatkan tekanan angin ban yang ideal hanya dengan mengetahui panas yang dihasilkan darinya. Tapi ya tidak mungkin kemana-mana bawa termometer. Tidak perlu termometer, Tuhan sudah berikan dua tangan pakai itu saja.
Dari foto di atas, bahwa saya bisa merasakan panas dari ban motor dengan hanya memegangnya. Tapi sebelum itu motor jalan dulu selama 5 menit atau 1km. Dari situ saya mendapatkan panas pada ban motor. Baiknya dilakukan pada siang hari.
Dari foto di atas, bahwa saya bisa merasakan panas dari ban motor dengan hanya memegangnya. Tapi sebelum itu motor jalan dulu selama 5 menit atau 1km. Dari situ saya mendapatkan panas pada ban motor. Baiknya dilakukan pada siang hari.
Panas yang dicari adalah panas yang sama saat memegang secangkir kopi, atau apalah itu. Nyaman digenggam tidak membuat tangan sakit, tapi bukan hangat, adem atau malah dingin, itu artinya angin terlalu banyak, harus dikurangi dan dites lagi. Setelah mendapatkan yang pas, anda bisa ukur sendiri menggunakan alat pengukur terkanan angin, dan catat angka itu! Sehingga setiap kali isi angin langsung pas.

Teknik ini saya dapatkan dari instruktur balap Dave Moss. Dikatakan bahwa ban butuh panas agar karet melunak, dari situ grip sebuah roda didapatkan, dan cara yang paling mudah dengan menyentuhnya, merasakannya. Kemudian menetukan mana yang pas untukmu.
Tapi ketika musim hujan temperatur turun berarti tekanan angin dikurangi. Sehingga ini membuat tekanan angin pada ban sifatnya personal, situasional, dan kondisional. Itu membuat rekomendasi tekanan angin dari pabrikan motor atau ban tidak lagi relevan. Belum lagi dipengaruhi oleh kondisi jalan, bobot pengendara, dan barang bawaannya. Terlebih jika sudah dimodifikasi. Membuatnya tidak lagi bisa disama ratakan untuk semua orang.
Contoh sederhana pada motor Pulsar 135 ban merk FDR 120/70 saya harus isi 30psi jika kurang berat untuk belok. Merk Kingland 70/90, diisi 27psi jika kurang terasa stang getar. Merk Aspira 2.75, diisi 17,5psi jika kurang handling berat kalau kelebihan ban selip. Padahal rekomendasi buku owner 25psi.

Teknik ini saya dapatkan dari instruktur balap Dave Moss. Dikatakan bahwa ban butuh panas agar karet melunak, dari situ grip sebuah roda didapatkan, dan cara yang paling mudah dengan menyentuhnya, merasakannya. Kemudian menetukan mana yang pas untukmu.
Tapi ketika musim hujan temperatur turun berarti tekanan angin dikurangi. Sehingga ini membuat tekanan angin pada ban sifatnya personal, situasional, dan kondisional. Itu membuat rekomendasi tekanan angin dari pabrikan motor atau ban tidak lagi relevan. Belum lagi dipengaruhi oleh kondisi jalan, bobot pengendara, dan barang bawaannya. Terlebih jika sudah dimodifikasi. Membuatnya tidak lagi bisa disama ratakan untuk semua orang.
Contoh sederhana pada motor Pulsar 135 ban merk FDR 120/70 saya harus isi 30psi jika kurang berat untuk belok. Merk Kingland 70/90, diisi 27psi jika kurang terasa stang getar. Merk Aspira 2.75, diisi 17,5psi jika kurang handling berat kalau kelebihan ban selip. Padahal rekomendasi buku owner 25psi.

Posting Komentar